Pendirian BUM Desa Melalui Kajian Menyeluruh Terhadap Potensi dan Kompetensi SDM dan SDA di Desa, Menggunakan Metode SWOT Analysis Bag.1

SWOT Utk Desa

 

 Samsul Hadi – Wasekjen Asosiasi BUMDESINDO

Samsul Hadi – Wasekjen Asosiasi BUMDESINDO

Oleh : Samsul Hadi – Wasekjen Asosiasi Badan Usaha Milik Desa Se Indonesia (BUMDESINDO)

 

bumdesindo.com.. 06 Mei 2016, Jakarta – Saat ini, bukan hanya pemerintah pusat yang memiliki perusahaan, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pemerintah daerah yang memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Desa pun kini bisa membentuk dan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), dengan cakupan usaha yang luas sesuai kemampuan dan potensi desa yang bersangkutan.

Keberadaan BUM Desa ini diatur UU No. 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Peraturan Menteri Desa PDTT No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Sebagai suatu lembaga ekonomi, BUM Desa dibangun atas inisiatif warga dan menganut asas mandiri.  Ini berarti pemenuhan modal usaha BUM Desa harus bersumber dari masyarakat. Walaupun  tidak menutup kemungkinan BUM Desa dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar seperti  Pemerintah Desa atau pihak ketiga lainnya. BUM Desa memiliki perbedaan dengan lembaga  ekonomi pada  umumnya, karena hanya berfokus pada upaya peningkatan kesejahteraan penduduk desa, seperti yang dilansir oleh Kementerian Desa PDTT, BUM Desa haruslah memiliki ciri-ciri sbb :

“Dimiliki oleh desa dan dikelola bersama.  Modal usaha bersumber dari desa – termasuk dana desa dan dari masyarakat melalui penyertaan modal -.  Dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta berakar dari tata nilai di masyarakat (local wisdom).  Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada potensi desa dan informasi pasar.  Tenaga kerja BUM Desa merupakan tenaga kerja yang ada di desa bersangkutan.  Keuntungan yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan atau penyerta modal.  Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah desa.  Peraturan-peraturan BUM Desa dijalankan sebagai kebijakan desa.  Difasilitasi oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa.  Jalannya BUM Desa diawasi bersama-sama oleh Pemerintah Desa, BPD dan anggota”.

Di Tahun 2015, menurut data Kementerian Desa sampai dengan Bulan Oktober 2015 tercatat 1.022 BUM Desa sudah didirikan, tersebar di 74 kabupaten, 264 kecamatan, dan 1.022 desa, yang terbanyak ada di Jawa Timur, 287 BUM Desa, kemudian Sumatera Utara sebanyak 173 BUM Desa.

Namun jumlahnya terus merambat naik, sampai dengan awal Th 2016, sudah tercatat sekitar 13.000 BUM Desa, target pemerintah sendiri ditetapkan sebanyak 5.000 BUM Desa pada Tahun 2015, dan dalam 5 th ke depan ditargetkan 50.000 BUM Desa.  Jika dilihat dari total desa di Tanah Air sebanyak 74.093 desa, maka pencapaian Th 2015 hanya 1.4%, dan awal Th 2016 naik menjadi  13.000 (18%).

TUJUAN BUM Desa

Pembangunan BUM Desa di seluruh desa sejatinya memang di dirikan untuk mengatasi sebuah permasalahan kronis di Indonesia, di mana arah pembangunan yang selama ini selalu berfokus ke kota, yang berpotensi dan memicu gelombang urbanisasi besar-besaran, akibatnya desa tidak lagi menarik bagi warga dengan usia produktif.  Sehingga pemerintah berupaya maksimal membuat “magnet” di desa untuk meredam terjadinya urbanisasi. Caranya yaitu dengan mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan produktif di desa-desa seluruh Indonesia antara lain melalui pendirian BUM Desa.

Jika salah satu tujuan pembangunan/pendirian besar-besaran BUM Desa adalah agar dapat menekan laju urbanisasi dengan efektif, maka sudah barang tentu BUM Desa harus benar-benar menjawab persoalan dan menjadi solusi bagi warga desa produktif, untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Beban yang cukup berat ini memang harus dapat dijalankan dengan baik, sehingga pendirian BUM Desa tidak bisa dianggap sepele atau main-main, tidak hanya sekedar untuk memenuhi target secara kuantitas banyaknya BUM Desa yang didirikan, namun juga perlu didalami bahwa jumlah BUM Desa yang ‘banyak’ itu pada akhirnya akan tetap sehat – walafiat, berumur panjang – sepanjang umur negeri  ini -.

Nah, persoalannya yang paling penting adalah bagaimana membangun BUMDesa yang baik, berjalan secara jangka panjang dan bertumbuh dengan baik, berkembang tidak hanya skala lokal, tapi skala nasional bahkan mampu menembus kawasan baik regional maupun internasional, tidak sebaliknya bertumbuh hanya seumur jagung, kemudian lantas layu/tidak berkembang dan akhirnya mati massal.

Selain dukungan sistem pasar dan teknologi, yang paling penting dalam pembangunan/pendirian BUM Desa agar berkembang sesuai harapan, perlu perencanaan yang sangat baik.

SWOT Analysis

Dalam sebuah seminar yang bertema “Membangun Negeri dari Desa” di Jimbaran Bali (04 Mei 2016) Menteri Desa sudah mewanti-wanti agar segenap komponen Desa yang akan membangun desanya  harus melakukannya secara terencana yaitu berdasarkan analisis atau kajian yang menyeluruh terhadap segenap potensi (kekuatan dan peluang) dan permasalahan (kelemahan dan hambatan ) yang dihadapi oleh desa. Tentu saja yang dimaksudkan ini agar pendirian BUM Desa sesuai dengan potensi dan kompetensi SDM dan SDA yang ada.

Istilah populer tentang kajian yang menyeluruh atas kekuatan dan peluang serta kelemahan dan hambatan, ini lah yang disebut dengan analisa SWOT (S-Strength (Kekuatan), W-Weakness (Kelemahan), O – Opportunity (Peluang), T-Threats (Hambatan/Ancaman)).

SWOT Analysis memang analisa bisnis yang sangat populer saat ini yang banyak digunakan, termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia – sekelas Astra Internasional, karena dengan penjelasan yang simpel kita dapat menilai suatu ‘usaha’ secara keseluruhan dengan akurat, dan sudah teruji beberapa dekade, walaupun juga di dunia usaha metode lain banyak dipergunakan seperti  metode analisis 5 forces of porters, dan lain-lain.

Penulis akan menjelaskan sedikit tentang Metode SWOT Analysis ini disesuaikan dengan kebutuhan mendirikan BUM Desa, pada tulisan-tulisan berikutnya akan dipaparkan lebih lanjut analisa SWOT ini lebih dalam.

Bagaimana Menggunakan Metode SWOT Analysis?

Salah satu pakar SWOT Analysis Fredy Rangkuti, menjelaskan kurang lebih :

“Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman”.
Sebelum benar-benar menemukan Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman, menggunakan metode ini dimulai dengan melakukan brainstorming di antara sekelompok SDM yang akan mendirikan BUM Desa.

Petunjuk umum yang sering diberikan untuk perumusannya adalah :

  1. Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan membuahkan rencana jangka panjang.
  2. Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term improvement plan).

Untuk sederhananya lihat matrix berikut :

Matrix SWOT Analysis 10

 

Dengan Metode SWOT Analysis, dapat ditemukan potensi dan kompetensi (Kekuatan dan Peluang) dan faktor Kelemahan dan Ancaman yang mungkin timbul, sehingga dapat diatasi.

Harapannya adalah jika kajian yang komprehensif atas kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman ini dilakukan dengan cara yang cermat untuk memulai menentukan core usaha BUM Desa, maka Insya Allah BUM Desa yang akan dilahirkan bisa berumur panjang, dan bahkan bisa bertumbuh dengan baik.

Lebih lanjut atas bahasan SWOT Analysis untuk memetakan kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman yang ada di desa akan dibahas pada bagian berikutnya.  (SHA).

 

Referensi :

  • David, Fred R., 2006. Manajemen Strategis. Edisi Sepuluh, Penerbit Salemba Empat, Jakarta
  • Jogiyanto, 2005, Sistem Informasi Strategik untuk Keunggulan Kompetitif, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
  • Rangkuti, Freddy. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  • http://www.kajianpustaka.com/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *