Menteri Desa Dukung Peningkatan Produktivitas Perempuan Pesisir

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, saat menyampaikan sambutan bagi peserta program Sekolah Perempuan, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu 23 April 2016. (Istimewa/PR)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, saat menyampaikan sambutan bagi peserta program Sekolah Perempuan, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu 23 April 2016. (Istimewa/PR)

Sabtu, 23 April 2016 | 17:46

Pangkep – Bendera Merah Putih berukuran mini berkibar di ujung perahu nelayan yang melaju menerjang obak. Nurlina, perempuan yang menjadi pemilik perahu tersebut, terlihat tangkas mengemudikan perahunya. Hampir setiap hari, perahu tersebut digunakannya untuk menghinggapi satu pulau ke pulau lainnya.

“Saya sudah mengenal melaut sejak usia 13 tahun. Dulu saya terpuruk dan sekarang sudah bisa bangkit dan hidup menjadi tulang punggung keluarga,” ujar perempuan berusia 31 tahun ini.

Kegigihan Nurlina dan kalangan perempuan yang menjadi penduduk sejumlah pulau di Kepulauan Pangkep, membuat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa), Marwan Jafar, berdecak kagum. Perempuan, kata dia, merupakan salah satu penyangga dalam program Desa Membangun.

Saat blusukan ke Kabupaten Pangkep, Marwan sempat bercengkrama dengan para ibu-ibu yang merupakan peserta program Sekolah Perempuan. Kegiatan ini, diprakarsai Institut Kapal Perempuan di Kabupaten Pangkep dan diikuti oleh 489 anggota. Menteri Marwan berharap, perempuan tidak hanya berani tampil dan bersuara, namun harus berbuat untuk hal yang bersifat produktif.

“Kita dorong terus agar perempuan di desa-desa itu produktif dan proaktif dalam pembangunan desa. Unsur perempuan harus terlibat dalam musyawarah desa, membuat program produktif seperti UMKM, Usaha Bersama Komunitas dan sebagainya. Sebab sudah jelas, perempuan merupakan salah satu unsur penting dalam program Desa Membangun Indonesia,” jelas Menteri Marwan, Sabtu (23/4).

Dalam kesempatan ini, Marwan membawa setumpuk fotocopy SKB tiga menteri, beserta berkas contoh APBDes, RKPDes, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan. Berkas ini, menjadi bagian dari syiar Menteri Marwan kepada para kades se Kabupaten Pangkep yang hadir di acara tersebut.

“Sekarang dana desa sudah mulai cair untuk tahap pertama. Enggak usah rumit tinggal contoh saja dari copyan berkas yang saya bawa. Bagaimana buat RPJMDes, RKPDes. Cukup dua lembar kertas sudah jadi,” ujarnya.

Menteri Desa juga meminta perempuan desa ikut mengawal dan aktif bekerja dalam program dana desa. “Dana desa sudah naik terus dari tahun ke tahun, harus digunakan pertama untuk Infrastruktur. Ini wajib yang pertama. Kemudian baru untuk pembangunan sarana prasarana sosial dasar seperti puskesmas, posyandu, dan PAUD. Sedangkan ketiga untuk penguatan ekonomi lokal seperti BUMDes, kios desa dan sebagainya,” tandas Marwan.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *