Marwan: Dana Desa Dongkrak Kesejahteraan Petani

Petani memeriksa tanaman bawang merah di area persawahan Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin, (11/4). (Republika/Agung Supriyanto)

Petani memeriksa tanaman bawang merah di area persawahan Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin, (11/4). (Republika/Agung Supriyanto)

Red: Didi Purwadi

Republika/Agung Supriyanto

Kamis, 28 April 2016, 07:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, dana desa dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak kesejahteraan petani di perdesaan.

“Dukungan sarana seperti irigasi air yang layak, kondisi jalan yang baik diharapkan mampu menjadi solusi bagi kaum petani dalam melakukan proses produksi dan distribusi secara mandiri,” kata Marwan saat menjadi pembicara dalam acara pelatihan hak asasi petani di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Marwan menginginkan ada nilai tambah komoditas hasil pertanian melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa yang akan meningkatkan posisi tawar ekonomi masyarakat desa secara keseluruhan.

“Kami juga mendukung untuk pengembangan produk unggulan di 3.500 Desa Mandiri. Mengingat sebagian besar potensi ekonomi desa berbasis di bidang pertanian, maka produk-produk pertanian berpeluang dipromosikan sebagai produk unggulan desa,” tambah dia.

Dengan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, maka akan meningkatkan perbaikan kesejahteraan petani. Namun demikian,

pengembangan produk unggulan harus didukung oleh infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi.
“Salah satunya adalah jalan desa. Dengan adanya infrastruktur jalan yang baik, maka produk pertanian tidak lagi terisolasi di suatu desa,” jelas dia.

Kemendes PDTT juga mempunyai program untuk penyaluran modal bagi koperasi atau UMKM di 5.000 desa. Karena selama ini kendala yang dihadai petani adalah keterbatasan akses keuangan.

“Melalui program ini diharapkan kendala tersebut dapat diatasi. Kemendes juga akan melakukan proyek jaringan koneksi online di 3.500 desa yang diharapkan bisa memperluas akses informasi harga dan pasar bagi petani,” tukas dia.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *