Diharapkan Dana Desa Bisa Entaskan Pengangguran

Alokasi Dana DesaBY PRATAMA ON 23:22 – 28 APRIL 2016

indopos.co.id – Gelontoran dana yang jadi sumber pendapatan desa pasca terbitnya Undang-undang Desa, diharapkan membantu mengentaskan angka pengangguran di masing-masing desa. Setiap pemerintah desa hendaknya jangan terlalu fokus memanfaatkan dana tersebut untuk program kegiatan fisik dan infrastruktur.

Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Endin Saepudin SIP menyebutkan, pengalokasian dana desa memang baru berjalan dua tahun sampai dengan sekarang. Namun dari hasil pengamatan pihaknya di tahun pertama penyaluranya lebih banyak berkutat di bidang infrastruktur. Pihaknya berharap pemerintah desa bisa membagi fokus pembangunan perekonomian di desanya.

“Memang sih ketika digunakan untuk infrastruktur, masyarakat yang menganggur sempat ikut bekerja di bangunan meskipun sifatnya sementara, dan hal ini tidak berpengaruh terhadap angka pengangguran terbuka. Tapi yang diharapkan adalah penyediaan lapangan kerja yang permanen dan dapat menyerap lapangan pekerjaan dari masyarakat desa masing-masing,” ujarnya.

Apalagi di era Undang-undang Desa ini pihaknya masih melihat jumlah desa yang sudah fokus mendirikan dan mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih minim. Padahal BUMDes diyakini mampu memberdayakan ekonomi masyarakat desa, sehingga bias mengurangi pengangguran di desa.

Pemdes juga diharapkan bisa memprakarsai pembentukan lembaga keuangan desa, dimana nantinya lembaga tersebut dapat menyalurkan modal pinjaman lunak bagi masyarakat desa untuk memulai berwirausaha. Ketika sudah tumbuh wirausahawan di tingkat desa, tentunya mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar.

Hal senada diungkapkan aktivis serikat pekerja, Tahjudi, yang heran pengangguran di Majalengka kini semakin terlihat. Apalagi semakin banyak sarjana, maka lahan pengangguran semakin terbuka.

“Ini jelas harus lintas sektoral mengingat bukan hanya lulusan SMA saja yang banyak nganggur, tetapi juga ke depan jika tak disikapi serius para sarjana juga akan semakin banyak yang nganggur,” ujarnya. (azs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *