Desa Sindangjawa-Kab Cirebon Ditetapkan sebagai Desa Digital

Kepala Perwakilan Bi Cirebon bersama Bupati Cirebon meresmikan pilot project Desa Digital di Desa Sindangjawa-Kab Cirebon, Rabu (20/4).

Kepala Perwakilan Bi Cirebon bersama Bupati Cirebon meresmikan pilot project Desa Digital di Desa Sindangjawa-Kab Cirebon, Rabu (20/4).

Redaksi : Rosyidi |  Kamis, 21 April 2016 | 10:03 WIB

Fajarnews.com, CIREBON- Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon ditetapkan sebagai pilot project (proyek percontohan) Desa Digital pertama di Indonensia. Selain di Kabupaten Cirebon, desa digital ini juga akan diimplementasikan di empat kabupaten lain, yakni Kepulauan Mentawai, Gunung Kidul, Lombok Timur dan Raja Ampat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, M Abdul Majid mengatakan,pilot project desa digital di Desa Sindangjawa tersebut yang pertama di Indonesia. Program tersebut, merupakan  hasil kerjasama BI dengan pemerintah pusat, daerah dan pemerintah desa.

“Desa digital adalah suatu wilayah yang dalam pelaksanaan transaksi pembayaran, baik dalam proses penyaluran maupun pemanfaatan dana desa, dilakukan melalui elektronifikasi,” kata Abdul, Rabu (20/4).

Menurutnya,langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dan keuangan inklusif melalui layanan keuangan digital (LKD). Desa digital dibentuk, guna mendukung pemanfaatan dana desa secara optimal, agar dapat mendukung pembangunan desa dan daerah tertinggal.

Khususnya, lanjut Abdul, untuk memanfaatkan potensi elektronifikasi pembayaran, baik yang dilakukan dalam proses penyaluran maupun pemanfaatan dana desa, serta memfasilitasi akses desa dan daerah tertinggal kepada layanan keuangan.

“Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019, pemerintah menyediakan dana khusus kepada desa yang besarnya akan terus meningkat menjadi Rp 1,5 miliar per desa. Untuk tahun anggaran 2016, dana desa dialokasikan dalam APBN sekitar Rp 47 triliun untuk 74.754 desa. Berdasarkan data alokasi dana desa tahun anggaran 2015, 100 persen pencairan dana desa dari rekening kas umum negara ke rekening kas umum daerah, sudah dilakukan secara non-tunai (transfer),” jelasnya.

Namun, masih ada 30 persen desa yang masih menerima dana secara tunai. Selain itu, pemanfaatan dana desa 100 persen juga masih dilakukan secara tunai. Dengan adanya desa digital tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perbankan.

Sementara itu, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra menyambut baik dengan adanya desa digital yang digagas BI ini. Terlebih Kabupaten Cirebon menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang dijadikan pilot project desa digital.

“Kami bangga desa di Kab Cirebon dijadikan pilot project desa digital. Ini merupakan pilihan terbaik, karena Desa Sindangjawa ini termasuk desa terbaik yang menjadi desa digital di Indonesia,” kata Sunjaya.

Kuwu Desa Sindangjawa, H. Engkos Kasturi mengatakan, dengan dijadikan desanya sebagai pilot project desa digital akan memberikan dampak positif bagi warganya dalam pelayanan perbankan. Termasuk dalam pengalokasian anggaran dana desa, untuk pembangunan akan lebih cepat dan aman.*

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *